Pemodelan Pemilihan Moda Transportasi Darat Antara Angkutan Kota dan Gojek di Kota Bukittinggi dengan Teknik Stated Preference

  • Wilton Wahab Institut Teknologi Padang
  • Angelalia Roza Institut Teknologi Padang
Keywords: angkutan kota dan gojek, waktu tunggu dan waktu perjalanan, jarak akses moda, kenyamanan serta tarif

Abstract

Transportasi darat merupakan elemen penting dalam pengembangan sektor perekonomian Indonesia, karena berkaitan erat dengan pendistribusian jasa, barang dan tenaga kerja. Di kota Bukittinggi, transportasi darat juga berperan dominan sebagai sarana pergerakan masyarakat di dalam kota, sehingga perlu dikelola dengan baik. Seiring dengan perkembangan teknologi, masyarakat kota Bukittinggi sekarang sudah mengal moda transportasi online berbasis aplikasi pada perangkat Android. Akibatbya muncul kompetisi antara angkutan kota (angkot) dengan Gojek di kawasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan pemilihan moda transportasi darat di kota Bukittinggi dengan studi kasus rute Jambu Air – Pusat Kota dan Pusat Kota – Pasar Aur. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan penyebaran kuisioner dengan teknik stated preference. Pengolahan data dan analisis melibatkan program SPSS. Analisis deskriptif terhadap data karakteristik dari 400 responden menunjukkan bahwa pengguna moda transportasi darat dalam kota Bukittinggi didominasi perempuan (69%) berpendapatan rendah yakni di bawah Rp. 1 juta (62%). Pertimbangan utama dalam pemilihan moda adalah waktu tunggu, waktu perjalanan, jarak akses moda, kenyamanan, serta tarif. Pemodelan dengan metoda binomial logit selisih berhasil menjelaskan faktor yang diprediksi sebagai alasan pemilihan moda tersebut. Analisis korelasi dan analisis regresi linear berganda telah dilakukan untuk melihat hubungan alasan pemilihan moda dengan perubahan nilai utilitas moda menggunakan 6 (enam) atribut pada level signifikan 5%. Berdasarkan hasil pemodelan diperoleh nilai utilitas selisih moda Y= 3.362 - 0.244X1 - 0.0004X2 - 0.0006X3 - 0.122X4 - 0.011X5 - 0.065X6 dengan nilai R2 = 0,507 (P value < 0.05 ). Nilai probabilitas pemilihan moda menunjukkan preferensi terhadap Angkot konvensional adalah sebesar 42 % dan Gojek sebesar 58%. Hal ini menunjukkan moda transportasi darat yang semakin kompetitif.

Published
2020-04-29