Pemanfaatan Cangkang Sawit Sebagai Subtitusi Agregat Kasar Pada Beton Perkerasan Kaku Untuk Jalan Lalu Lintas Rendah

  • Mukhlis. M politeknik negeri padang
  • Fauna Adibroto, - Polileknik Negeri Padang
  • Lusyana. L Politeknik Negeri Padang
  • Syaifullah Ali Politeknik Negeri Padang
  • Dwina Archenita Politeknik Negeri Padang
Keywords: cangkang kelapa sawit, kuat tekan beton, kuat tarik lentur

Abstract

Agregat pada pekerasan kaku  merupakan komponen yang sangat penting, namun tidak semua daerah memiliki bahan tersebut, sehingga terpaksa didatangkan dari daerah lain yang mengakibatkan biaya perkerasan kaku tersebut relatif semakin tinggi. Penelitian ini bertujuan mencari agregat alternatif  dengan pemamfaatan limbah cangkang kelapa sawit ( tertahan #4,75) sebagai subtitusi agregat kasar1-2 pada campuran beton perkerasan jalan kaku lalu lintas rendah. Penelitian ini direncanakan campuran beton perkerasan kaku dengan komposisi cangkang kelapa sawit sebagai subtitusi sebagian agregat kasar yaitu CKS-0%, CKS-2,5%, CKS-5%, CKS-7,5%,  dan CKS-10%. Pada pengujian dibuat tiga benda uji untuk lima variasi  cangkang kelapa sawit. Benda uji untuk berbentuk silinder dengan tinggi 300 mm dan diameter 150 mm ini diuji ketahanannya terhadap tekan (f’c) pada umur beton 28 hari dan dikonversikan ke kuat tarik lentur (fcf). Berdasarkan SNI 8457:2017 syarat minimal mutu beton jalan lalu lintas rendah dengan f’c;21.8 MPa dan fcf;3.5 MPa.  Hasil pengujian menujukkan campuran beton CKS-5%( f’c;23.33 MPa, fcf;3,6 MPa) dapat digunakan pada perkerasan kaku untuk jalan lalu lintas rendah dibanding campuran beton CKS-2.5%( f’c;14.43 MPa, fcf;2.85 MPa), CKS-7.5%( f’c;17.70 MPa, fcf;3.16 MPa) dan CKS-10%( f’c;12.86 MPa, fcf;2.69 MPa). Jika dibanding dengan campuran beton CKS-0%( f’c;23.97 MPa, fcf;3,7 MPa) dengan CKS-5% ( f’c;23.33 MPa, fcf;3,6 MPa)  mengalami penurunan f’c dan fcf sebesar 2.7% dan 1.4%. Pengunaan cangkang kelapa sawit CKS-5% dapat mengurangi pemakaian agregat kasar ukuran 1-2 sebesar 69 Kg/m3.

 

References

Anonim (2013) http://www.cangkangkelapasawit.com/mengenai-cangkang-sawit/kegunaan-cangkang-sawit

AASHTO (1998), Standar Specifications For Transportation Materials and Method of Sampling and Testing, Washington D.C.

ASTM, 1993, Concrete And Aggregates, Annual Book Of ASTM Standard Vil. 04.02, American Society Fot Testing And Materials, Philadelphia.

Ditjen Binamarga, 2016, Spesifikasi Umum, edisi 2018 revisi 3, Kementerian PU.

Hewes, L.I., 1942, American Highway Practice, Vol II, John Wiley & Sons Inc.

Mulyono, T., 2004, Teknologi Beton, Edisi Kedua, Andi, Yogyakarta.

Tim Laboratorium Politeknik Negeri Padang Teknik Sipil Prodi DIV PJJ , 2016, Pedoman Praktikum Teknologi Beton, Padang.

Suryawan Ari,2009. Perkerasan Jalan Beton Semen Porland ( Rigid Pavement), Yogyakarta:Betta Offset Yogyakarta

SNI 03-2834-2000,Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal, Badan Standarisasi Nasional.

SNI 03-1974-1990, 1990, Metode Pengujian Kuat Tekan Beton Badan Standarisasi Nasional.

SNI 8457 : 2017 , Rancangan Tebal Jalan Beton Untuk Lalu Lintas Rendah. Badan Standarisasi Nasional

Tjokrodimulyo., Kardioyono, 1992, Teknologi Beton. Biro Penerbit, Yogyakarta.

Pd T-14-2003, Perencanaan perkerasan jalan beton semen, Departemen Permukiman Dan Prasarana Wilayah

Published
2020-10-31
How to Cite
M, M., Adibroto, F., L, L., Ali, S., & Archenita, D. (2020). Pemanfaatan Cangkang Sawit Sebagai Subtitusi Agregat Kasar Pada Beton Perkerasan Kaku Untuk Jalan Lalu Lintas Rendah. Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil, 17(2), 113-120. https://doi.org/10.30630/jirs.12.2.406