The Effect of The Use of Styrofoam on Performance of Porus Asphalt Mixture

Pengaruh Penggunaan Styrofoam terhadap Kinerja Perkerasan Campuran Aspal Porus

  • Hermis ta nora Universitas Andalas
  • Elsa Eka Putri Universitas Andalas
  • Bayu Martanto Adji Universitas Andalas

Abstract

Campuran aspal porus merupakan salah satu jenis cempuran perkerasan yang bergradasi terbuka, dimana persentase agregat kasar besar, dan berpori sehingga dapat mengalirkan air permukaan, dengan demikian air tidak menggenangi bagian permukaan jalan. Aspal porus memiliki stabilitas rendah, sehingga membutuhkan aspal dengan mutu yang baik yang berfungsi sebagai pengikat dalam campuran. Salah satu upaya dalam meningkatkan mutu aspal adalah dengan mencampurkan bahan tambah seperti styrofoam kedalam aspal yang disebut dengan aspal modifikasi. Styrofoam merupakan sejenis sampah platik yang sulit terurai,dan tidak dapat dengan mudah untuk didaur ulang, sehingga limbah styrofoam akan terus menggunung dan merusak lingkungan, pemanfaatan limbah Styrofoam sebagai bahan subtitusi sebagian aspal pada campuran aspal porus diharapkan diharapkan selain dapat meningkatkan kinerja perkerasan aspal porus, juga dapat menjaga lingkungan dengan mengurangi jumlah limbah styrofoam. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan kadar aspal dan styrofoam makimum yang menghasilkan kinerja perkerasan aspal porus optimum, serta menentukan nilai permeabilitas dan durabilitas campuran perkerasan aspal porus pada kadar aspal dan styrofoam terbaik. Metode AAPA digunakan dalam Penentuan nilai kadar aspal optimum dengan tiga parameter nilai yaitu; nilai Cantabro Loss (CL), Asphalt Flow Down (AFD) dan Void in Mix (VIM). Hasil penelitian diperoleh nilai KAO 5,65% dengan nilai kinerja perkerasan maksimum yaitu; stabilitas 555,75 kg, flow 5,46mm, VIM 22,15%, MQ 101,89 kg/mm, CL 16% dan AFD 0,29%. Subtitusi kadar styrofoam optimum diperoleh sebesar 10% pada kadar aspal 5,65% dengan nilai stabilitas 567,57 kg, CL 19,36%, AFD 0,16%, VIM 22,58%, flow 4,17 mm, dan MQ 137,38 kg/mm. Nilai permeabilitas dan durabilitas pada kadar aspal dan styrofoam optimum diperoleh 0,0952 cm/dtk dan 80%, ini menunjukkan campuran aspal cukup berpori akan tetapi tidak durable (awet), karena nilai durabilitas yang diperoleh masih  dari yang disyaratkan yaitu < 90%.

 

Kata kunci : aspal porus, Styrofoam, kinerja perkerasan

References

Autralian Asphalt Pavement Association, 2004. National Asphalt Specifikation.

Bina Marga, Spesifikasi Umum, 2018. Direktorat Jendral Bina Marga.Departemen Pekerjaan Umum

Cabrera, J.G & Hamzah, M.O., 1996. Aggregate Grading Design For Porous Asphalt. London.

Diana, 1995. Aspal Porus. Fakultas Teknik, UNILA, Bandar Lampung.

Jauhari, 2013. Karakteristik Marshall Test Pada Lapisan Perkerasan Aspal Berongga Menggunakan Batu Karang Dan Buton Natural Asphalt, Makasar.

Mashuri, 2010. Karakteristik Aspal Sebagai Bahan Pengikat Yang Ditambahkan Styrofoam.Jurnal Ilmiah Teknik Sipil SMARTek, ISSN 1693-0460, Vol. 8 No.1 Palu.

Putri, E.E. dan Syamsuwirman, 2016. Tinjauan Subtitusi Styrofoam Pada Aspal Pen.60/70 Terhadap Kinerja Campuran AsphaltConcrete - Wearing Course (AC-WC). Jurnal Teknik Sipil. ISSN 2088-9321, Volume 6, No. 1.

Putri, 2018.The Effect Of Styrofoam Addition Into HRS-Base On Marshall Characteristics. Jurnal Teknik Sipil. ISSN 2088-5334, Volume 8, No. 5.

Sukirman, S., 2003. Beton Aspal CampuranPanas. Granit, Jakarta.

Saleh, S.M, Anggraini, R, Aquina, H., 2014. Karakteristik CampuranAspal Porus dengan Substitusi Styrofoam pada Aspal Penetrasi60/70. Jurnal Teknik Sipil, ISSN0853-2982, Vol. 21 No. 3.

Published
2020-04-28