Analisa Sistem Kemudi Mobil Marapi Evo 1 Politeknik Negeri Padang KMHE 2021

Authors

  • As’adurrofiq As’adurrofiq Politeknik Negeri Padang
  • Menhendry Menhendry Politeknik Negeri Padang
  • Asmed Asmed Politeknik Negeri Padang

Keywords:

Mobil Marapi Evo 1, Sistem Kemudi, Sudut Belok, Radius Belok, Analisa Buckling

Abstract

Dalam ajang Kontes Mobil Hemat Energi 2021 di Sirkuit Gelora Bung Karno, terjadi insiden mobil terbalik pada Mobil Marapi Evo 1 saat berlomba. Kejadian tersebut dipicu oleh bermanuver pada radius belok 6 meter dengan kecepatan maksimum yang diizinkan sebesar 5,42 m/s. Dalam upaya menganalisis permasalahan ini, spesifikasi awal dari sistem kemudi yang akan dirancang pada kendaraan ditetapkan. Selanjutnya, pengujian dilakukan melalui test drive untuk mengumpulkan data yang relevan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sudut belok pada roda bagian dalam sebesar ?_i = 19,42° dan pada roda bagian luar sebesar ?_o = 17,52°. Gaya yang diperlukan untuk menggerakan sistem kemudi pada kondisi statis adalah sebesar 19,18 N, sementara pada kondisi dinamis adalah 7,7 N. Pada Mobil Marapi Evo 1, besar sudut inner wheel adalah 19,42°, sedangkan outer wheel adalah 17,52°. Selain itu, hubungan antara track width dan wheelbase kendaraan berdampak pada radius belok. Jika track width lebih kecil dari wheelbase, maka radius belok kendaraan akan lebih kecil. Dengan mempertimbangkan regulasi KMHE 2021 yang membatasi radius belok maksimal menjadi 8 meter atau kurang, kendaraan Mobil Marapi Evo 1 mampu mengatasi radius belok 6 meter dengan menggerakan roda kemudi sebesar 20,66°. Analisis buckling juga dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak SolidWorks. Kriteria keamanan didefinisikan dengan mengamati load factor pada tie rod. Jika load factor ? 1, maka komponen dianggap aman; sebaliknya, jika load factor < 1, maka komponen tersebut dianggap tidak aman untuk digunakan.

Downloads

Published

2024-07-08

Issue

Section

Articles